"Ya Allah, berkenanlah Engkau membuat baik agamaku yang merupakan pemelihara urusanku, berkenanlah Engkau membuat baik duniaku yang aku hidup di dalamnya, berkenanlah Engkau membaikkan akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Berkenanlah Engkau menjadikan hidup sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan menjadikan mati sebagai istirahat bagiku dari setiap kejahatan." (HR. Muslim)
Jumat, 09 Juli 2010
Rabu, 19 Mei 2010
It's my quarter century
Today is my birthday. Nothing changed in my life. But i got new power in my life. Its like a battery which get charged until full.
Senin, 17 Mei 2010
Love is You
This is how I feel
Whenever I’m with you
Everything is all about you
Too good to be true
Somehow I just can’t believe
You can lay your eyes on me
If this is a fairytale
I wish it will end happily
Even though we are apart I can feel you here next to me
Here and now I will vow, stay with me
Let me love you
With all my heart
You are the one for me
You are the light in my soul
Let me hold you With my arms
I wanna feel love again [3x]
And I know.. Love is you
Whenever I’m with you
Everything is all about you
Too good to be true
Somehow I just can’t believe
You can lay your eyes on me
If this is a fairytale
I wish it will end happily
Even though we are apart I can feel you here next to me
Here and now I will vow, stay with me
Let me love you
With all my heart
You are the one for me
You are the light in my soul
Let me hold you With my arms
I wanna feel love again [3x]
And I know.. Love is you
Minggu, 25 April 2010
Sabtu, 24 April 2010
AKU
Aku bukanlah Srikandi yang memiliki kekuatan untuk bertarung maupun bertahan
Aku bukanlah Kartini yang dapat menyuarakan suara kaum perempuan
Aku bukanlah Khadijah yang memiliki kesabaran yang begitu hebat
Aku hanya seorang wanita biasa yang mencoba melukis kekuatan melalui jalan hidup yang tlah kupilih
Aku hanya seorang wanita yang belajar bersabar dalam tekanan hidup yang menghimpit
Aku hanya seorang wanita yang berusaha mengukir senyum di dalam tangisku
Aku ingin menjadi wanita yang mempesona karena dapat memaafkan
Wanita yang dapat mengasihi setulus hati tanpa pamrih
Aku kan bertambah kuat di dalam doa dan pengharapan ku.
Aku bukanlah Kartini yang dapat menyuarakan suara kaum perempuan
Aku bukanlah Khadijah yang memiliki kesabaran yang begitu hebat
Aku hanya seorang wanita biasa yang mencoba melukis kekuatan melalui jalan hidup yang tlah kupilih
Aku hanya seorang wanita yang belajar bersabar dalam tekanan hidup yang menghimpit
Aku hanya seorang wanita yang berusaha mengukir senyum di dalam tangisku
Aku ingin menjadi wanita yang mempesona karena dapat memaafkan
Wanita yang dapat mengasihi setulus hati tanpa pamrih
Aku kan bertambah kuat di dalam doa dan pengharapan ku.
Kamis, 22 April 2010
LAKI-LAKI SEJATI (Cerpen Putu Wijaya)
Seorang perempuan muda bertanya kepada ibunya, "Ibu, lelaki sejati itu seperti apa?"
Ibunya terkejut. Ia memandang takjub pada anak yang di luar pengamatannya sudah menjadi gadis jelita itu. Terpesona, karena waktu tak mau menunggu. Rasanya baru kemarin anak itu masih ngompol di sampingnya sehingga kasur berbau pesing. Tiba-tiba saja kini ia sudah menjadi perempuan yang punya banyak pertanyaan.
Sepasang matanya yang dulu sering belekan itu, sekarang bagai sorot lampu mobil pada malam gelap. Sinarnya begitu tajam. Sekelilingnya jadi ikut memantulkan cahaya. Namun jalan yang ada di depan hidungnya sendiri, yang sedang ia tempuh, nampak masih berkabut. Hidup memang sebuah rahasia besar yang tak hanya dialami dalam cerita di dalam pengalaman orang lain, karena harus ditempuh sendiri.
"Kenapa kamu menanyakan itu, anakku?"
"Sebab aku ingin tahu".
"Dan sesudah tahu?"
"Aku tak tahu."
Wajah gadis itu menjadi merah. Ibunya paham, karena ia pun pernah muda dan ingin menanyakan hal yang sama kepada ibunya, tetapi tidak berani. Waktu itu perasaan tidak pernah dibicarakan, apalagi yang menyangkut cinta. Kalaupun dicoba, jawaban yang muncul sering menyesatkan. Karena orang tua cenderung menyembunyikan rahasia kehidupan dari anak-anaknya yang dianggapnya belum cukup siap untuk mengalami. Kini segalanya sudah berubah. Anak-anak ingin tahu tak hanya yang harus mereka ketahui, tetapi semuanya. Termasuk yang dulu tabu. Mereka senang pada bahaya.
Setelah menarik napas, ibu itu mengusap kepala putrinya dan berbisik, "Jangan malu, anakku. Sebuah rahasia tak akan menguraikan dirinya, kalau kau sendiri tak penasaran untuk membukanya. Sebuah rahasia dimulai dengan rasa ingin tahu, meskipun sebenarnya kamu sudah tahu. Hanya karena kamu tidak pernah mengalami sendiri, pengetahuanmu hanya menjadi potret asing yang kamu baca dari buku. Banyak orang tua menyembunyikannya, karena pengetahuan yang tidak perlu akan membuat hidupmu berat dan mungkin sekali patah lalu berbelok sehingga kamu tidak akan pernah sampai ke tujuan. Tapi ibu tidak seperti itu. Ibu percaya zaman memberikan kamu kemampuan lain untuk menghadapi bahaya-bahaya yang juga sudah berbeda. Jadi ibu akan bercerita. Tetapi apa kamu siap menerima kebenaran walaupun itu tidak menyenangkan?"
"Maksud Ibu?"
"Lelaki sejati anakku, mungkin tidak seperti yang kamu bayangkan".
"Kenapa tidak?"
"Sebab di dalam mimpi, kamu sudah dikacaukan oleh bermacam-macam harapan yang meluap dari berbagai kekecewaan terhadap laki-laki yang tak pernah memenuhi harapan perempuan. Di situ yang ada hanya perasaan keki".
"Apakah itu salah?"
"Ibu tidak akan bicara tentang salah atau benar. Ibu hanya ingin kamu memisahkan antara perasaan dan pikiran. Antara harapan dan kenyataan".
"Aku selalu memisahkan itu. Harapan adalah sesuatu yang kita inginkan terjadi yang seringkali bertentangan dengan apa yang kemudian ada di depan mata. Harapan menjadi ilusi, ia hanya bayang-bayang dari hati. Itu aku mengerti sekali. Tetapi apa salahnya bayang-bayang? Karena dengan bayang-bayang itulah kita tahu ada sinar matahari yang menyorot, sehingga berkat kegelapan, kita bisa melihat bagian-bagian yang diterangi cahaya, hal-hal yang nyata yang harus kita terima, meskipun itu bertentangan dengan harapan".
Ibunya tersenyum, "Jadi kamu masih ingat semua yang ibu katakan?"
"Kenapa tidak?"
"Berarti kamu sudah siap untuk melihat kenyataan?"
"Aku siap. Aku tak sabar lagi untuk mendengar. Tunjukkan padaku bagaimana laki-laki sejati itu."
Ibu memejamkan matanya. Ia seakan-akan mengumpulkan seluruh unsur yang berserakan di mana-mana, untuk membangun sebuah sosok yang jelas dan nyata, "Laki-laki yang sejati, anakku katanya kemudian, adalah… "tetapi ia tak melanjutkan.
"Adalah?"
"Adalah seorang laki-laki yang sejati".
"Ah, Ibu jangan ngeledek begitu, aku serius, aku tak sabar".
"Bagus, Ibu hanya berusaha agar kamu benar-benar mendengar setiap kata yang akan ibu sampaikan. Jadi perhatikan dengan sungguh-sungguh dan jangan memotong, karena laki-laki sejati tak bisa diucapkan hanya dengan satu kalimat. Laki-laki sejati anakku,.." lanjut ibu sambil memandang ke depan, seakan-akan ia melihat laki-laki sejati itu sedang melangkah di udara menghampiri penjelmaannya dalam kata-kata, "Laki-laki sejati adalah…"
"Laki-laki yang perkasa?!"
"Salah! Kan barusan Ibu bilang, jangan menyela! Laki-laki disebut laki-laki sejati, bukan hanya karena dia perkasa! Tembok beton juga perkasa, tetapi bukan laki-laki sejati hanya karena dia tidak tembus oleh peluru tidak goyah oleh gempa tidak tembus oleh garukan tsunami, tetapi dia harus lentur dan berjiwa. Tumbuh, berkembang bahkan berubah, seperti juga kamu".
"O ya?"
"Bukan karena ampuh, bukan juga karena tampan laki-laki menjadi sejati. Seorang lelaki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena tubuhnya tahan banting, karena bentuknya indah dan proporsinya ideal. Seorang laki-laki tidak dengan sendirinya menjadi laki-laki sejati karena dia hebat, unggul, selalu menjadi pemenang, berani dan rela berkorban. Seorang laki-laki belum menjadi laki-laki sejati hanya karena dia kaya-raya, baik, bijaksana, pintar bicara, beriman, menarik, rajin sembahyang, ramah, tidak sombong, tidak suka memfitnah, rendah hati, penuh pengertian, berwibawa, jago bercinta, pintar mengalah, penuh dengan toleransi, selalu menghargai orang lain, punya kedudukan, tinggi pangkat atau punya karisma serta banyak akal. Seorang laki-laki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena dia berjasa, berguna, bermanfaat, jujur, lihai, pintar atau jenius. Seorang laki-laki meskipun dia seorang idola yang kamu kagumi, seorang pemimpin, seorang pahlawan, seorang perintis, pemberontak dan pembaru, bahkan seorang yang arif-bijaksana, tidak membuat dia otomatis menjadi laki-laki sejati!"
"Kalau begitu apa dong?"
"Seorang laki-laki sejati adalah seorang yang melihat yang pantas dilihat, mendengar yang pantas didengar, merasa yang pantas dirasa, berpikir yang pantas dipikir, membaca yang pantas dibaca, dan berbuat yang pantas dibuat, karena itu dia berpikir yang pantas dipikir, berkelakuan yang pantas dilakukan dan hidup yang sepantasnya dijadikan kehidupan".
Perempuan muda itu tercengang, "Hanya itu?"
"Seorang laki-laki sejati adalah seorang laki-laki yang satu kata dengan perbuatan!"
"Orang yang konsekuen?"
"Lebih dari itu!"
"Seorang yang bisa dipercaya?"
"Semuanya!"
Perempuan muda itu terpesona. Apa yang lebih dari yang satu kata dan perbuatan? Tulus dan semuanya? Ahhhhh! Perempuan muda itu memejamkan matanya, seakan-akan mencoba membayangkan seluruh sifat itu mengkristal menjadi sosok manusia dan kemudian memeluknya. Ia menikmati lamunannya sampai tak sanggup melanjutkan lagi ngomong. Dari mulutnya terdengar erangan kecil, kagum, memuja dan rindu. Ia mengalami orgasme batin.
Ahhhhhhh, gumannya terus seperti mendapat tusukan nikmat. "Aku jatuh cinta kepadanya dalam penggambaran yang pertama. Aku ingin berjumpa dengan laki-laki seperti itu. Katakan di mana aku bisa menjumpai laki-laki sejati seperti itu, Ibu?"
Ibu tidak menjawab. Dia hanya memandang anak gadisnya seperti kasihan. Perempuan muda itu jadi bertambah penasaran.
"Di mana aku bisa berkenalan dengan dia?"
"Untuk apa?"
"Karena aku akan berkata terus-terang, bahwa aku mencintainya. Aku tidak akan malu-malu untuk menyatakan, aku ingin dia menjadi pacarku, mempelaiku, menjadi bapak dari anak-anakku, cucu-cucu Ibu. Biar dia menjadi teman hidupku, menjadi tongkatku kalau nanti aku sudah tua. Menjadi orang yang akan memijit kakiku kalau semutan, menjadi orang yang membesarkan hatiku kalau sedang remuk dan ciut. Membangunkan aku pagi-pagi kalau aku malas dan tak mampu lagi bergerak. Aku akan meminangnya untuk menjadi suamiku, ya aku tak akan ragu-ragu untuk merayunya menjadi menantu Ibu, penerus generasi kita, kenapa tidak, aku akan merebutnya, aku akan berjuang untuk memilikinya". Dada perempuan muda itu turun naik.
"Apa salahnya sekarang wanita memilih laki-laki untuk jadi suami, setelah selama berabad-abad kami perempuan hanya menjadi orang yang menunggu giliran dipilih?" Perempuan muda itu membuka matanya. Bola mata itu berkilat-kilat. Ia memegang tangan ibunya, "Katakan cepat Ibu, di mana aku bisa menjumpai laki-laki itu?"
Bunda menarik nafas panjang. Gadis itu terkejut.
"Kenapa Ibu menghela nafas sepanjang itu?"
"Karena kamu menanyakan sesuatu yang sudah tidak mungkin, sayang."
"Apa? Tidak mungkin?"
"Ya".
"Kenapa?"
"Karena laki-laki sejati seperti itu sudah tidak ada lagi di atas dunia."
Oh, perempuan muda itu terkejut, "Sudah tidak ada lagi?"
"Sudah habis."
"Ya Tuhan, habis? Kenapa?"
"Laki-laki sejati seperti itu semuanya sudah amblas, sejak ayahmu meninggal dunia."
Perempuan muda itu menutup mulutnya yang terpekik karena kecewa. "Sudah amblas?"
"Ya. Sekarang yang ada hanya laki-laki yang tak bisa lagi dipegang mulutnya. Semuanya hanya pembual. Aktor-aktor kelas tiga. Cap tempe semua. Banyak laki-laki yang kuat, pintar, kaya, punya kekuasaan dan bisa berbuat apa saja, tapi semuanya tidak bisa dipercaya. Tidak ada lagi laki-laki sejati anakku. Mereka tukang kawin, tukang ngibul, semuanya bakul jamu, tidak mau mengurus anak, apalagi mencuci celana dalammu, mereka buas dan jadi macan kalau sudah dapat apa yang diinginkan. Kalau kamu sudah tua dan tidak rajin lagi meladeni, mereka tidak segan-segan menyiksa menggebuki kaum perempuan yang pernah menjadi ibunya. Tidak ada lagi laki-laki sejati lagi, anakku. Jadi kalau kamu masih merindukan laki-laki sejati, kamu akan menjadi perawan tua. Lebih baik hentikan mimpi yang tak berguna itu."
Gadis itu termenung. Mukanya nampak sangat murung.Jadi tak ada harapan lagi, gumamnya dengan suara tercekik putus asa. "Tak ada harapan lagi. Kalau begitu aku patah hati."
"Patah hati?"
"Ya. Aku putus asa".
"Kenapa mesti putus asa?"
"Karena apa gunanya lagi aku hidup, kalau tidak ada laki-laki sejati?"
Ibunya kembali mengusap kepala anak perempuan itu, lalu tersenyum.
"Kamu terlalu muda, terlalu banyak membaca buku dan duduk di belakang meja. Tutup buku itu sekarang dan berdiri dari kursi yang sudah memenjarakan kamu itu. Keluar, hirup udara segar, pandang lagit biru dan daun-daun hijau. Ada bunga bakung putih sedang mekar beramai-ramai di pagar, dunia tidak seburuk seperti yang kamu bayangkan di dalam kamarmu. Hidup tidak sekotor yang diceritakan oleh buku-buku dalam perpustakaanmu meskipun memang tidak seindah mimpi-mimpimu. Keluarlah anakku, cari seseorang di sana, lalu tegur dan bicara! Jangan ngumpet di sini!"
"Aku tidak ngumpet!"
"Jangan lari!"
"Siapa yang lari?"
"Mengurung diri itu lari atau ngumpet. Ayo keluar!"
"Keluar ke mana?"
"Ke jalan! Ibu menunjuk ke arah pintu yang terbuka. Bergaul dengan masyarakat banyak."
Gadis itu termangu, "Untuk apa? Dalam rumah kan lebih nyaman?"
"Kalau begitu kamu mau jadi kodok kuper!"
"Tapi aku kan banyak membaca? Aku hapal di luar kepala sajak-sajak Kahlil Gibran!"
"Tidak cukup! Kamu harus pasang omong dengan mereka, berdialog akan membuat hatimu terbuka, matamu melihat lebih banyak dan mengerti pada kelebihan-kelebihan orang lain."
Perempuan muda itu menggeleng, "Tidak ada gunanya, karena mereka bukan laki-laki sejati."
Makanya keluar. Keluar sekarang juga!
"Keluar?"
"Ya."
Perempuan muda itu tercengang, suara ibunya menjadi keras dan memerintah. Ia terpaksa meletakkan buku, membuka earphone yang sejak tadi menyemprotkan musik R & B ke dalam kedua telinganya, lalu keluar kamar.
Matahari sore terhalang oleh awan tipis yang berasal dari polusi udara. Tetapi itu justru menolong matahari tropis yang garang itu untuk menjadi bola api yang indah. Dalam bulatan yang hampir sempurna, merahnya menyala namun lembut menggelincir ke kaki langit. Silhuet seekor burung elang nampak jauh tinggi melayang-layang mengincer sasaran. Wajah perempuan muda itu tetap kosong.
"Aku tidak memerlukan matahari, aku memerlukan seorang laki-laki sejati, bisiknya."
"Makanya keluar dari rumah dan lihat ke jalanan!"
"Untuk apa?"
"Banyak laki-laki di jalanan. Tangkap salah satu. Ambil yang mana saja, sembarangan dengan mata terpejam juga tidak apa-apa. Tak peduli siapa namanya, bagaimana tampangnya, apa pendidikannya, bagaimana otaknya dan tak peduli seperti apa perasaannya. Gaet sembarang laki-laki yang mana saja yang tergapai oleh tanganmu dan jadikan ia teman hidupmu!"
Perempuan muda itu tecengang. Hampir saja ia mau memprotes. Tapi ibunya keburu memotong. "Asal,.. " lanjut ibunya dengan suara lirih namun tegas, "asal, ini yang terpenting anakku, asal dia benar-benar mencintaimu dan kamu sendiri juga sungguh-sungguh mencintainya. Karena cinta, anakku, karena cinta dapat mengubah segala-galanya."
Perempuan muda itu tercengang.
"Dan lebih dari itu, " lanjut ibu sebelum anaknya sempat membantah, "lebih dari itu anakku," katanya dengan suara yang lebih lembut lagi namun semakin tegas, "karena seorang perempuan, anakku, siapa pun dia, dari mana pun dia, bagaimana pun dia, setiap perempuan, setiap perempuan anakku, dapat membuat seorang lelaki, siapa pun dia, bagaimana pun dia, apa pun pekerjaannya bahkan bagaimana pun kalibernya, seorang perempuan dapat membuat setiap lelaki menjadi seorang laki-laki yang sejati!"
Ibunya terkejut. Ia memandang takjub pada anak yang di luar pengamatannya sudah menjadi gadis jelita itu. Terpesona, karena waktu tak mau menunggu. Rasanya baru kemarin anak itu masih ngompol di sampingnya sehingga kasur berbau pesing. Tiba-tiba saja kini ia sudah menjadi perempuan yang punya banyak pertanyaan.
Sepasang matanya yang dulu sering belekan itu, sekarang bagai sorot lampu mobil pada malam gelap. Sinarnya begitu tajam. Sekelilingnya jadi ikut memantulkan cahaya. Namun jalan yang ada di depan hidungnya sendiri, yang sedang ia tempuh, nampak masih berkabut. Hidup memang sebuah rahasia besar yang tak hanya dialami dalam cerita di dalam pengalaman orang lain, karena harus ditempuh sendiri.
"Kenapa kamu menanyakan itu, anakku?"
"Sebab aku ingin tahu".
"Dan sesudah tahu?"
"Aku tak tahu."
Wajah gadis itu menjadi merah. Ibunya paham, karena ia pun pernah muda dan ingin menanyakan hal yang sama kepada ibunya, tetapi tidak berani. Waktu itu perasaan tidak pernah dibicarakan, apalagi yang menyangkut cinta. Kalaupun dicoba, jawaban yang muncul sering menyesatkan. Karena orang tua cenderung menyembunyikan rahasia kehidupan dari anak-anaknya yang dianggapnya belum cukup siap untuk mengalami. Kini segalanya sudah berubah. Anak-anak ingin tahu tak hanya yang harus mereka ketahui, tetapi semuanya. Termasuk yang dulu tabu. Mereka senang pada bahaya.
Setelah menarik napas, ibu itu mengusap kepala putrinya dan berbisik, "Jangan malu, anakku. Sebuah rahasia tak akan menguraikan dirinya, kalau kau sendiri tak penasaran untuk membukanya. Sebuah rahasia dimulai dengan rasa ingin tahu, meskipun sebenarnya kamu sudah tahu. Hanya karena kamu tidak pernah mengalami sendiri, pengetahuanmu hanya menjadi potret asing yang kamu baca dari buku. Banyak orang tua menyembunyikannya, karena pengetahuan yang tidak perlu akan membuat hidupmu berat dan mungkin sekali patah lalu berbelok sehingga kamu tidak akan pernah sampai ke tujuan. Tapi ibu tidak seperti itu. Ibu percaya zaman memberikan kamu kemampuan lain untuk menghadapi bahaya-bahaya yang juga sudah berbeda. Jadi ibu akan bercerita. Tetapi apa kamu siap menerima kebenaran walaupun itu tidak menyenangkan?"
"Maksud Ibu?"
"Lelaki sejati anakku, mungkin tidak seperti yang kamu bayangkan".
"Kenapa tidak?"
"Sebab di dalam mimpi, kamu sudah dikacaukan oleh bermacam-macam harapan yang meluap dari berbagai kekecewaan terhadap laki-laki yang tak pernah memenuhi harapan perempuan. Di situ yang ada hanya perasaan keki".
"Apakah itu salah?"
"Ibu tidak akan bicara tentang salah atau benar. Ibu hanya ingin kamu memisahkan antara perasaan dan pikiran. Antara harapan dan kenyataan".
"Aku selalu memisahkan itu. Harapan adalah sesuatu yang kita inginkan terjadi yang seringkali bertentangan dengan apa yang kemudian ada di depan mata. Harapan menjadi ilusi, ia hanya bayang-bayang dari hati. Itu aku mengerti sekali. Tetapi apa salahnya bayang-bayang? Karena dengan bayang-bayang itulah kita tahu ada sinar matahari yang menyorot, sehingga berkat kegelapan, kita bisa melihat bagian-bagian yang diterangi cahaya, hal-hal yang nyata yang harus kita terima, meskipun itu bertentangan dengan harapan".
Ibunya tersenyum, "Jadi kamu masih ingat semua yang ibu katakan?"
"Kenapa tidak?"
"Berarti kamu sudah siap untuk melihat kenyataan?"
"Aku siap. Aku tak sabar lagi untuk mendengar. Tunjukkan padaku bagaimana laki-laki sejati itu."
Ibu memejamkan matanya. Ia seakan-akan mengumpulkan seluruh unsur yang berserakan di mana-mana, untuk membangun sebuah sosok yang jelas dan nyata, "Laki-laki yang sejati, anakku katanya kemudian, adalah… "tetapi ia tak melanjutkan.
"Adalah?"
"Adalah seorang laki-laki yang sejati".
"Ah, Ibu jangan ngeledek begitu, aku serius, aku tak sabar".
"Bagus, Ibu hanya berusaha agar kamu benar-benar mendengar setiap kata yang akan ibu sampaikan. Jadi perhatikan dengan sungguh-sungguh dan jangan memotong, karena laki-laki sejati tak bisa diucapkan hanya dengan satu kalimat. Laki-laki sejati anakku,.." lanjut ibu sambil memandang ke depan, seakan-akan ia melihat laki-laki sejati itu sedang melangkah di udara menghampiri penjelmaannya dalam kata-kata, "Laki-laki sejati adalah…"
"Laki-laki yang perkasa?!"
"Salah! Kan barusan Ibu bilang, jangan menyela! Laki-laki disebut laki-laki sejati, bukan hanya karena dia perkasa! Tembok beton juga perkasa, tetapi bukan laki-laki sejati hanya karena dia tidak tembus oleh peluru tidak goyah oleh gempa tidak tembus oleh garukan tsunami, tetapi dia harus lentur dan berjiwa. Tumbuh, berkembang bahkan berubah, seperti juga kamu".
"O ya?"
"Bukan karena ampuh, bukan juga karena tampan laki-laki menjadi sejati. Seorang lelaki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena tubuhnya tahan banting, karena bentuknya indah dan proporsinya ideal. Seorang laki-laki tidak dengan sendirinya menjadi laki-laki sejati karena dia hebat, unggul, selalu menjadi pemenang, berani dan rela berkorban. Seorang laki-laki belum menjadi laki-laki sejati hanya karena dia kaya-raya, baik, bijaksana, pintar bicara, beriman, menarik, rajin sembahyang, ramah, tidak sombong, tidak suka memfitnah, rendah hati, penuh pengertian, berwibawa, jago bercinta, pintar mengalah, penuh dengan toleransi, selalu menghargai orang lain, punya kedudukan, tinggi pangkat atau punya karisma serta banyak akal. Seorang laki-laki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena dia berjasa, berguna, bermanfaat, jujur, lihai, pintar atau jenius. Seorang laki-laki meskipun dia seorang idola yang kamu kagumi, seorang pemimpin, seorang pahlawan, seorang perintis, pemberontak dan pembaru, bahkan seorang yang arif-bijaksana, tidak membuat dia otomatis menjadi laki-laki sejati!"
"Kalau begitu apa dong?"
"Seorang laki-laki sejati adalah seorang yang melihat yang pantas dilihat, mendengar yang pantas didengar, merasa yang pantas dirasa, berpikir yang pantas dipikir, membaca yang pantas dibaca, dan berbuat yang pantas dibuat, karena itu dia berpikir yang pantas dipikir, berkelakuan yang pantas dilakukan dan hidup yang sepantasnya dijadikan kehidupan".
Perempuan muda itu tercengang, "Hanya itu?"
"Seorang laki-laki sejati adalah seorang laki-laki yang satu kata dengan perbuatan!"
"Orang yang konsekuen?"
"Lebih dari itu!"
"Seorang yang bisa dipercaya?"
"Semuanya!"
Perempuan muda itu terpesona. Apa yang lebih dari yang satu kata dan perbuatan? Tulus dan semuanya? Ahhhhh! Perempuan muda itu memejamkan matanya, seakan-akan mencoba membayangkan seluruh sifat itu mengkristal menjadi sosok manusia dan kemudian memeluknya. Ia menikmati lamunannya sampai tak sanggup melanjutkan lagi ngomong. Dari mulutnya terdengar erangan kecil, kagum, memuja dan rindu. Ia mengalami orgasme batin.
Ahhhhhhh, gumannya terus seperti mendapat tusukan nikmat. "Aku jatuh cinta kepadanya dalam penggambaran yang pertama. Aku ingin berjumpa dengan laki-laki seperti itu. Katakan di mana aku bisa menjumpai laki-laki sejati seperti itu, Ibu?"
Ibu tidak menjawab. Dia hanya memandang anak gadisnya seperti kasihan. Perempuan muda itu jadi bertambah penasaran.
"Di mana aku bisa berkenalan dengan dia?"
"Untuk apa?"
"Karena aku akan berkata terus-terang, bahwa aku mencintainya. Aku tidak akan malu-malu untuk menyatakan, aku ingin dia menjadi pacarku, mempelaiku, menjadi bapak dari anak-anakku, cucu-cucu Ibu. Biar dia menjadi teman hidupku, menjadi tongkatku kalau nanti aku sudah tua. Menjadi orang yang akan memijit kakiku kalau semutan, menjadi orang yang membesarkan hatiku kalau sedang remuk dan ciut. Membangunkan aku pagi-pagi kalau aku malas dan tak mampu lagi bergerak. Aku akan meminangnya untuk menjadi suamiku, ya aku tak akan ragu-ragu untuk merayunya menjadi menantu Ibu, penerus generasi kita, kenapa tidak, aku akan merebutnya, aku akan berjuang untuk memilikinya". Dada perempuan muda itu turun naik.
"Apa salahnya sekarang wanita memilih laki-laki untuk jadi suami, setelah selama berabad-abad kami perempuan hanya menjadi orang yang menunggu giliran dipilih?" Perempuan muda itu membuka matanya. Bola mata itu berkilat-kilat. Ia memegang tangan ibunya, "Katakan cepat Ibu, di mana aku bisa menjumpai laki-laki itu?"
Bunda menarik nafas panjang. Gadis itu terkejut.
"Kenapa Ibu menghela nafas sepanjang itu?"
"Karena kamu menanyakan sesuatu yang sudah tidak mungkin, sayang."
"Apa? Tidak mungkin?"
"Ya".
"Kenapa?"
"Karena laki-laki sejati seperti itu sudah tidak ada lagi di atas dunia."
Oh, perempuan muda itu terkejut, "Sudah tidak ada lagi?"
"Sudah habis."
"Ya Tuhan, habis? Kenapa?"
"Laki-laki sejati seperti itu semuanya sudah amblas, sejak ayahmu meninggal dunia."
Perempuan muda itu menutup mulutnya yang terpekik karena kecewa. "Sudah amblas?"
"Ya. Sekarang yang ada hanya laki-laki yang tak bisa lagi dipegang mulutnya. Semuanya hanya pembual. Aktor-aktor kelas tiga. Cap tempe semua. Banyak laki-laki yang kuat, pintar, kaya, punya kekuasaan dan bisa berbuat apa saja, tapi semuanya tidak bisa dipercaya. Tidak ada lagi laki-laki sejati anakku. Mereka tukang kawin, tukang ngibul, semuanya bakul jamu, tidak mau mengurus anak, apalagi mencuci celana dalammu, mereka buas dan jadi macan kalau sudah dapat apa yang diinginkan. Kalau kamu sudah tua dan tidak rajin lagi meladeni, mereka tidak segan-segan menyiksa menggebuki kaum perempuan yang pernah menjadi ibunya. Tidak ada lagi laki-laki sejati lagi, anakku. Jadi kalau kamu masih merindukan laki-laki sejati, kamu akan menjadi perawan tua. Lebih baik hentikan mimpi yang tak berguna itu."
Gadis itu termenung. Mukanya nampak sangat murung.Jadi tak ada harapan lagi, gumamnya dengan suara tercekik putus asa. "Tak ada harapan lagi. Kalau begitu aku patah hati."
"Patah hati?"
"Ya. Aku putus asa".
"Kenapa mesti putus asa?"
"Karena apa gunanya lagi aku hidup, kalau tidak ada laki-laki sejati?"
Ibunya kembali mengusap kepala anak perempuan itu, lalu tersenyum.
"Kamu terlalu muda, terlalu banyak membaca buku dan duduk di belakang meja. Tutup buku itu sekarang dan berdiri dari kursi yang sudah memenjarakan kamu itu. Keluar, hirup udara segar, pandang lagit biru dan daun-daun hijau. Ada bunga bakung putih sedang mekar beramai-ramai di pagar, dunia tidak seburuk seperti yang kamu bayangkan di dalam kamarmu. Hidup tidak sekotor yang diceritakan oleh buku-buku dalam perpustakaanmu meskipun memang tidak seindah mimpi-mimpimu. Keluarlah anakku, cari seseorang di sana, lalu tegur dan bicara! Jangan ngumpet di sini!"
"Aku tidak ngumpet!"
"Jangan lari!"
"Siapa yang lari?"
"Mengurung diri itu lari atau ngumpet. Ayo keluar!"
"Keluar ke mana?"
"Ke jalan! Ibu menunjuk ke arah pintu yang terbuka. Bergaul dengan masyarakat banyak."
Gadis itu termangu, "Untuk apa? Dalam rumah kan lebih nyaman?"
"Kalau begitu kamu mau jadi kodok kuper!"
"Tapi aku kan banyak membaca? Aku hapal di luar kepala sajak-sajak Kahlil Gibran!"
"Tidak cukup! Kamu harus pasang omong dengan mereka, berdialog akan membuat hatimu terbuka, matamu melihat lebih banyak dan mengerti pada kelebihan-kelebihan orang lain."
Perempuan muda itu menggeleng, "Tidak ada gunanya, karena mereka bukan laki-laki sejati."
Makanya keluar. Keluar sekarang juga!
"Keluar?"
"Ya."
Perempuan muda itu tercengang, suara ibunya menjadi keras dan memerintah. Ia terpaksa meletakkan buku, membuka earphone yang sejak tadi menyemprotkan musik R & B ke dalam kedua telinganya, lalu keluar kamar.
Matahari sore terhalang oleh awan tipis yang berasal dari polusi udara. Tetapi itu justru menolong matahari tropis yang garang itu untuk menjadi bola api yang indah. Dalam bulatan yang hampir sempurna, merahnya menyala namun lembut menggelincir ke kaki langit. Silhuet seekor burung elang nampak jauh tinggi melayang-layang mengincer sasaran. Wajah perempuan muda itu tetap kosong.
"Aku tidak memerlukan matahari, aku memerlukan seorang laki-laki sejati, bisiknya."
"Makanya keluar dari rumah dan lihat ke jalanan!"
"Untuk apa?"
"Banyak laki-laki di jalanan. Tangkap salah satu. Ambil yang mana saja, sembarangan dengan mata terpejam juga tidak apa-apa. Tak peduli siapa namanya, bagaimana tampangnya, apa pendidikannya, bagaimana otaknya dan tak peduli seperti apa perasaannya. Gaet sembarang laki-laki yang mana saja yang tergapai oleh tanganmu dan jadikan ia teman hidupmu!"
Perempuan muda itu tecengang. Hampir saja ia mau memprotes. Tapi ibunya keburu memotong. "Asal,.. " lanjut ibunya dengan suara lirih namun tegas, "asal, ini yang terpenting anakku, asal dia benar-benar mencintaimu dan kamu sendiri juga sungguh-sungguh mencintainya. Karena cinta, anakku, karena cinta dapat mengubah segala-galanya."
Perempuan muda itu tercengang.
"Dan lebih dari itu, " lanjut ibu sebelum anaknya sempat membantah, "lebih dari itu anakku," katanya dengan suara yang lebih lembut lagi namun semakin tegas, "karena seorang perempuan, anakku, siapa pun dia, dari mana pun dia, bagaimana pun dia, setiap perempuan, setiap perempuan anakku, dapat membuat seorang lelaki, siapa pun dia, bagaimana pun dia, apa pun pekerjaannya bahkan bagaimana pun kalibernya, seorang perempuan dapat membuat setiap lelaki menjadi seorang laki-laki yang sejati!"
KOSONG
Sunyi menyeruak dan menghentak
Pudarkan seluruh warna- warni
Yang melenyapkan barat dan timur
Hingga tinggal kekosongan yang berisi
Yang menghanyutkan diri dalam ketidak bernamaan abadi
created by Nur Himawan
Pudarkan seluruh warna- warni
Yang melenyapkan barat dan timur
Hingga tinggal kekosongan yang berisi
Yang menghanyutkan diri dalam ketidak bernamaan abadi
created by Nur Himawan
Another Doubt
Kemarin terjadi pergejolakan yang teramat sangat dalam batin ku. Aku mencintainya, bahkan sangat mencintainya. Tapi, mengapa rasanya batin ini menjerit saat aku ingin lebih mencintainya. Fenomena batin yang sangat sulit untuk diungkapkan.
Apakah salah jika aku selalu memikirkannya? Apakah salah jika aku selalu ingin bersamanya? Apakah salah jika aku merindunya?
Sepertinya tidak ada yang salah. Tapi mengapa aku menjadi merasa serba salah. Apanya yang salah? Apakah karena sikapnya yang tak seperti yang aku bayangkan? atau kesalahan ku karena aku tak dapat menata hati dan perasaanku.Apakah benar keyakinan ku akan cintanya sangat mudah goyah, hingga membuat ku uring-uringan and senewen???
GOD help me please. Why its so hard for understand everything??? Why i felt so hard for manage my self. This is my own feelig, but why i cant describes whats already happened in my heart....
I almost make mistakes when i said i want break him up. He is right. Break up not solve anything. Now I can think clearly that it will more hard if i LOST HIM when i can OWN HIM.
I am just NEWBIE in this field. I dont know what should i do and what i should not did. What i want just simple, i just want be his girl and being together without any tension or worried. If he know what i was afraid. If he know how to threat me well. If he can make me back at my savety zone.
Apakah salah jika aku selalu memikirkannya? Apakah salah jika aku selalu ingin bersamanya? Apakah salah jika aku merindunya?
Sepertinya tidak ada yang salah. Tapi mengapa aku menjadi merasa serba salah. Apanya yang salah? Apakah karena sikapnya yang tak seperti yang aku bayangkan? atau kesalahan ku karena aku tak dapat menata hati dan perasaanku.Apakah benar keyakinan ku akan cintanya sangat mudah goyah, hingga membuat ku uring-uringan and senewen???
GOD help me please. Why its so hard for understand everything??? Why i felt so hard for manage my self. This is my own feelig, but why i cant describes whats already happened in my heart....
I almost make mistakes when i said i want break him up. He is right. Break up not solve anything. Now I can think clearly that it will more hard if i LOST HIM when i can OWN HIM.
I am just NEWBIE in this field. I dont know what should i do and what i should not did. What i want just simple, i just want be his girl and being together without any tension or worried. If he know what i was afraid. If he know how to threat me well. If he can make me back at my savety zone.
Rabu, 21 April 2010
This Life
Kehidupan manusia di dunia ini dimulai saat Allah meniupkan ruh kepada janin yang berada di dalam rahim ibu. Kemudian, apabila ia ditakdirkan hidup di dunia ini maka ia pun akan dilahirkan dan menjalani kehidupan dunia. Selanjutnya, ia akan tumbuh untuk menghabiskan sesaat kehidupan di dunia ciptaan-Nya.
Pada setiap manusia yang terlahir di dunia ini, Allah telah menentukan rizki, jodoh, dan kematian. Kita tidak pernah tahu bagaimana rizki yang diberikan Allah kepada kita, siapakah jodoh yang akan mendampingi kita mengarungi kehidupan ini, dan kapan Allah akan mencabut ruh ini melalui malaikatnya. Semuanya akan kita ketahui pada saatnya.
Kita sebagai hambaNya hanya tinggal menjalani kehidupan ini dengan berbekal ikhtiar, do'a, dan tawakkal padaNya, sesuai dengan jalan hidup kita masing-masing.
Bersyukur atas nikmat yang diberikan olehnya, serta bersabar apabila ditimpa suatu musibah merupakan kiat termudah dalam menjalani kehidupan ini.
Senatiasa melihat kebawah, agar kita dapat merasakan limpahan kasih sayang Allah yang begitu dahsyat menaungi kita. Dengan demikian kita akan selalu bersyukur.
Saat di timpa masalah, yakinkan diri bahwa Allah memberikan ujian ini karena Allah tahu kita dapat melewatinya. Dengan demikian, kita akan memiliki kemantapan hati dalam menjalani segala permasalahan yang datang. Sesungguhnya tidak ada permasalahan yang tak dapat diselesaikan. Senantiasalah berikhtiar, berdo'a dan bertawakal kepada-Nya.
Hidup ini begitu sederhana, janganlah buat kehidupan ini menjadi beban. Jalani kehidupan ini dengan kasih sayang dan ridho sang Pencipta. BERSABAR DAN BERSYUKUR merupakan KUNCI SUKSES MENJALANI KEHIDUPAN.
Hidup ini hanya sekali, dan tidak dapat kita putar kembali. Karena itu jalani hidup ini dengan sebaik-baiknya. dan percayalah bahwa Allah selalu bersama kita, meskipun tak tampak, tapi sesungguhnya Allah sangat dekat bak jantung yang berdetak mengiringi langkah kita di dunia ini.
Pada setiap manusia yang terlahir di dunia ini, Allah telah menentukan rizki, jodoh, dan kematian. Kita tidak pernah tahu bagaimana rizki yang diberikan Allah kepada kita, siapakah jodoh yang akan mendampingi kita mengarungi kehidupan ini, dan kapan Allah akan mencabut ruh ini melalui malaikatnya. Semuanya akan kita ketahui pada saatnya.
Kita sebagai hambaNya hanya tinggal menjalani kehidupan ini dengan berbekal ikhtiar, do'a, dan tawakkal padaNya, sesuai dengan jalan hidup kita masing-masing.
Bersyukur atas nikmat yang diberikan olehnya, serta bersabar apabila ditimpa suatu musibah merupakan kiat termudah dalam menjalani kehidupan ini.
Senatiasa melihat kebawah, agar kita dapat merasakan limpahan kasih sayang Allah yang begitu dahsyat menaungi kita. Dengan demikian kita akan selalu bersyukur.
Saat di timpa masalah, yakinkan diri bahwa Allah memberikan ujian ini karena Allah tahu kita dapat melewatinya. Dengan demikian, kita akan memiliki kemantapan hati dalam menjalani segala permasalahan yang datang. Sesungguhnya tidak ada permasalahan yang tak dapat diselesaikan. Senantiasalah berikhtiar, berdo'a dan bertawakal kepada-Nya.
Hidup ini begitu sederhana, janganlah buat kehidupan ini menjadi beban. Jalani kehidupan ini dengan kasih sayang dan ridho sang Pencipta. BERSABAR DAN BERSYUKUR merupakan KUNCI SUKSES MENJALANI KEHIDUPAN.
Hidup ini hanya sekali, dan tidak dapat kita putar kembali. Karena itu jalani hidup ini dengan sebaik-baiknya. dan percayalah bahwa Allah selalu bersama kita, meskipun tak tampak, tapi sesungguhnya Allah sangat dekat bak jantung yang berdetak mengiringi langkah kita di dunia ini.
Sabtu, 17 April 2010
Mysterious Guest

Suatu ketika saat aku kembali ke rumah dari rumah orang tuaku, aku melihat ada tiga orang pria yang tak ku kenal sedang berdiri di halaman depan rumah ku.
Kutatap wajah mereka satu per satu, meskipun aku tak mengenali mereka tapi tampak dari wajah mereka bahwa mereka bertiga adalah orang baik. Kuhampiri mereka dan kutanyakan keperluan mereka. Salah seorang diantara mereka menjawab, "Kami datang hanya untuk menemui suami mu".
Setelah mendengar jawaban mereka, lalu kupersilahkan mereka masuk. "Udara di luar dingin, mari masuk ke dalam rumah ku, akan ku hidangkan segelas teh hangat dan kue-kue".
Salah satu diantara mereka bertanya, "Apakah suami mu ada di rumah ?
"Tidak, suami ku saat ini masih berada di kantor."
"Baiklah, kalau begitu biar kami menunggu di luar", kata pria tadi.
Saat matahari telah terbenam dan digantikan oleh cahaya rembulan, suami ku baru saja pulang dari kantor. Kusambut ia dengan senyuman hangat, kutatap anak-anak berlarian ke pelukan ayahnya. Setelah puas melepas rindu dengan sang ayah, lalu anak-anak kembali bermain. Kupersilahkan suami ku duduk.
"Diminum kopinya mas, mumpung masih hangat."
"Terima kasih, de'."
"Bagaimana pekerjaan mu di kantor hari ini mas?"
"Hari ini cukup banyak kegiatan ku de'. Penat dan lelah yang kurasakan setelah seharian bekerja. Tapi begitu aku sampai di rumah ini, dan saat aku melihat senyuman hangatmu dan tawa anak-anak yang telah menanti dan menyambut kepulanganku, seketika itu juga segala penat yang kurasa sirna. Kalian merupakan sumber kekuatan bagi ku."
"Alhamdulillah mas. Dede senang mendengarnya. Owya mas, apakah tadi mas berjumpa dengan tiga orang pria yang sedang berdiri di halaman depan rumah kita?"
"Tidak. Kenapa de'?"
"Sejak siang tadi ada tiga orang pria yang menunggu mu di halaman rumah. Saat aku persilahkan mereka masuk, mereka tidak mau. Mereka berkata mereka akan masuk saat mas sudah tiba di rumah."
"Siapa mereka de'?"
"Dede gak kenal mas."
Suamiku tampak kebingungan, lalu ia berkata, "Persilahkan mereka masuk de', sampaikan kepada mereka bahwa mas telah ada di rumah. Mintalah mereka menunggu mas sebentar lagi."
"Baik mas, tapi apa ndak sebaiknya mas menemui mereka terlebih dahulu? Sejak siang mereka sudah menanti kehadiran mas lho."
"Mas ingin mandi terlebih dahulu de', lalu menemui mereka. Karena itu, mintalah mereka menunggu sebentar lagi dan jangan lupa de' undang mereka pula untuk makan malam bersama kita."
"Baik mas."
Lalu aku bergegas keluar untuk menemui tiga orang pria tersebut dan menyampaikan seluruh pesan suami ku. Kupersilahkan mereka untuk masuk dan mengundang mereka pula untuk makan bersama keluarga ku.
"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata ketiga pria tersebut hampir bersamaan.
"Kenapa Pak?" tanyaku dengan keheranan.
Salah seorang pria maju dan berinisiatif untuk menjelaskannya, "Sebelum menjawab pertanyaan anda, saya akan memperkenalkan siapa kami terlebih dahulu. Pria berbaju hijau tersebut bernama KekayaaN, sedangkan pria yang berbaju kuning itu bernama KesuksesaN. Sedangkan saya sendiri bernama Kasih-Sayang."
"Karena kami tidak bisa masuk secara bersamaan, maka tanyakan kepada suami mu, siapakah diantara kami bertiga yang ia perbolehkan masuk." kata pria berbaju kuning.
Aku masuk ke dalam rumah, dan menanti suami ku hingga ia selesai mandi sambil menata meja makan.
"De' kemana tiga orang pria yang kamu ceritakan tadi? Mengapa belum dede persilahkan masuk?"
"Pesan mas sudah dede sampaikan. Akan tetapi mereka tak dapat masuk secara bersamaan. Mereka meminta dede' untuk menanyakan siapa kah yang mas pilih untuk masuk ke dalam rumah kita ini."
"Mas tidak tahu siapa mereka, bagaimana mungkin mas tahu siapa yang lebih berhak untuk masuk ke dalam rumah kita ini."
"Mereka adalah Kesuksesan, Kekayaan dan Kasih-Sayang. Dari ketiganya manakah yang mas undang untuk makan malam bersama kita?"
"Hmmm... cukup menarik. Kalau begitu, undanglah KekayaaN bergabung bersama kita. Mas ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."
"Mas ku sayang, kenapa kita tidak mengundang si Kesuksesan saja? Dede pikir kita perlu dia untuk membantu keberhasilan pekerjaan kita."
Anak-anak yang mendengarkan percakapan kami, memohon agar mereka dapat mengusulkan siapakah yang akan diundang untuk makan malam bersama. Akhirnya kami mempersilahkan mereka berbicara. "Ayah, bunda mengapa tidak kita persilahkan Kasih-Sayang untuk makan bersama kita. Bukankah rumah kita akan terasa lebih nyaman, dan penuh kehangatan apabila Kasih-Sayang menyelimuti rumah ini. Kebahagian kita pasti akan bertambah berlipat-lipat."
Aku dan suami ku berpandangan. Dan kami sepakat dengan pilihan buah hati kami tercinta.
"Baiklah de', kalau begitu undanglah Kasih-Sayang masuk ke rumah kita."
Aku segera ke luar. Kuhampiri pria berbaju putih itu. "Tuan Kasih-Sayang, malam ini kau adalah tamu kami. Kami sekeluarga mengundang mu untuk makan malam bersama."
Pria berbaju putih itu pun terseyum padaku dan ia berjalan menuju ruang tamu. Disusul oleh pria berbaju kuning dan hijau yang mengiringinya.
Aku heran melihatnya, karena itu ku beranikan diri untuk menghentikan langkah Kekayaan dan Kesuksesan dan bertanya kepada mereka berdua, "Maaf kalian berkata hanya satu diantara kalian bertiga yang dapat masuk ke dalam rumah kami, oleh karena itu, kami sekeluarga memutuskan untuk mengundang Kasih-Sayang untuk masuk ke dalam rumah kami. Tapi mengapa kalian berdua ingin ikut masuk juga?"
Kekayaan dan Kesuksesan hanya membalas keheranan ku dengan senyuman. Lalu secara bersamaan mereka menjawab pertanyaan ku, "Seandainya suami anda mengundang salah satu diantara kami berdua, maka yang lainnya akan tetap tinggal di luar. Akan tetapi karena suami anda memutuskan untuk mengundang Kasih-Sayang, maka kami pun akan senantiasa mengiringi kemanapun Kasih-Sayang pergi."
"Tapi mengapa?" tanyaku masih dalam keheranan.
Mereka berdua menatapku dan tertawa, lalu mereka berkata, "Ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini adalah buta, dan hanya Kasih-sayang lah yang dapat melihat. Karena itu hanya Kasih-Sayanglah yang mampu mengantarkan kita pada jalan kebaikan, jalan yang lurus dan benar. Kami sangat bergantung pada Kasih-Sayang dan sangat membutuhkan bimbingannya saat menjalani kehidupan ini Karena itulah dimana ada Kasih-Sayang maka Kekayaan dan Kesuksesan akan ikut serta mengiringinya."
Aku tersenyum mendengar penjelasan mereka. "Terima kasih kalian bertiga berkenan masuk ke dalam rumah kami. Silahkan masuk dan tinggallah lebih lama, kami sekeluarga sangat bahagia memiliki kesempatan untuk menjamu kalian bertiga."
Kamis, 15 April 2010
What I Learn about Love

Love is unpredictable...
Coz its suddenly come...
You will never know when you will meet with your love ?
You will never know how you can meet with him.
and you will never know to whom you will give your love..
Everything become a mystery...
Until you meet with him
and suddenly you got surprised coz he already win your heart
Love is magic...
Coz love can change your world...
You can cry, smile and laugh in the same time
Love is not only a power source but also weakness
Love is a medicine, which can make you got addicted
Love is a poisson, which can make you felt so high
Unfortunately LOVE CAN GO ANYTIME
If we failed for keep it in heart
For me love have deep meaning
Its not only a words
Its not only for one or two months...
Its more longer than thats
Thats why i try find way for understanding love
And learn how to keep it... and make it grow old with me..
Love need understanding from both side.
Love need trust.
Love need communication...
And love cant be selfish.
Its my first lesson about Love.
I wish this love can be longer than my age :-)
Rabu, 14 April 2010
Lets Talk About Love - Celine Dion

Everywhere I go all the places that I've been
Every smile is a new horizon on a land I've never seen
There are people around the world - different faces different names
But there's one true emotion that reminds me we're the same...
Let's talk about love
From the laughter of a child to the tears of a grown man
There's a thread that runs right through us all and helps us understand
As subtle as a breeze - that fans a flicker to a flame
From the very first sweet melody to the very last refrain...
Let's talk about love
Let's talk about us
Let's talk about life
Let's talk about trust
Let's talk about love
It's the king of all who live and the queen of good hearts
It's the ace you may keep up your sleeve - 'til the name is all but lost
As deep as any sea - with the rage of any storm
But as gentle as a falling leaf on any autumn morn...
Let's talk about love - it's all were needin'
Let's talk about us - it's the air we're breathin'
Let's talk about life - I wanna know you
Let's talk about trust - and I wanna show you
Let's talk about love
Everywhere I go all the places that I've been
Every smile is a new horizon on a land I've never seen
There are people around the world - different faces different names
But there's one true emotion that reminds me we're the same...
Let's talk about love
Selasa, 13 April 2010
My first Poetry about Him

Sang Surya bersinar dari fajar hingga senja
Disusul sang rembulan yang menyinari gelapnya malam.
Bintang bintang pun turut memberi cahayanya menemani sang rembulan
Akan tetapi...
Saat tirai mendung melingkupi sang surya, rembulan dan bintang
Ku tak dapat menikmati sinar terangnya.
Tapi...
Kini aku tlah memiliki dirimu..
Cahaya yang tercipta hanya untukku
Yang kan selalu menyinari ku 24 jam tanpa henti.
Yang kan menerangi hidupku.
Cahaya yang tak pernah rela aku bagi dengan gadis manapun
Cahaya itu adalah kamu..
Nur Himawan ku..
Kamis, 08 April 2010
I Will Fly - Ten to Five
You know all the things I've said
You know all the things that we have done
And things I gave to you
there's no chance for me to say
How precious you are in my life
And you know that is true
To be with you is all that I need
cause with you my life seems brighter
and these are all the things I wanna say, hey
I will fly into your arms
And be with you to the end of time
Why are you so far away
You know it�s very hard for me to get my self close to you
You're the reason why I stay
You're the one who can not believe
Our love will never end
Is it only in my dream ?
You're the one who can not see this
How could you be so blind
To be with you is all that I need
cause with you my life seems brighter
And these are all the things I wanna say, hey
Jumat, 02 April 2010
I Have Nothing - Whitney Houston

Share my life,
Take me for what I am
Coz I'll never change
All my colors for you
Take my love,
I'll never ask for too much
Just all that you are and everything that you do
I don't really need to look very much further
I don't want to have to go where you don't follow
I won't hold it back again, this passion inside
Can't run from myself
There's nowhere to hide
Well,don't make me close one more door
I don't wanna hurt anymore
Stay in my arms if you dare
Or must I imagine you there
Don't walk away from me...
I have nothing, nothing, nothing
If I don't have you, you, you, you, you, you...
You see through, right to the heart of me
You break down my walls with the strength of your love mmmmm...
I never knew love like I've known it with you
Will a memory survive, one I can hold on to
I don't really need to look very much further
I don't want to have to go where you don't follow
I won't hold it back again, this passion inside
I Can't run from myself
There's nowhere to hide
Your love I'll remember, forever
Don't make me close one more door
I don't wanna hurt anymore
Stay in my arms if you dare
Or must I imagine you there
Don't walk away from me...
I have nothing, nothing, nothing...
Well,don't make me close one more door
I don't wanna hurt anymore
Stay in my arms if you dare
Or must I imagine you there
Don't walk away from me no...
Don't walk away from me
Don't you dare walk away from me
I have nothing, nothing, nothing
If I don't have you, you
ooohhh,ooooh
if i don't have you,oohh... Thank you, thank you very much!
Selasa, 30 Maret 2010
When You Tell Me That You Love Me

You said at me...
I can keep what i felt inside my heart
but...
You asked me... for be honest to my self
I can fool everyone by said no
I can fool the world
but...
I cant fool my heart
Should I hide my heart?
Should I hide what i believe in?
Or...
Should I show the world, what's inside my heart!!!
My heart said :
... I LOVE YOU ...
and I dont have any reason for refused whats inside my heart.
"Ta, my ma asked me for saving my money." He said.
"Whats for mas? For your study ?." I said.
"No. For our marriage!. Will u waiting for me until that day comes? " He said.
Owh God. My heart jumping. And i cant breathing. Speechless. But he wait my answer.
And then i said "Yes!"
Minggu, 28 Maret 2010
Because You Loved Me - Celine Dion

For all those times you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right
For every dream you made come true
For all the love I found in you
I’ll be forever thankful baby
You’re the one who held me up
Never let me fall
You’re the one who saw me through through it all
You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me
You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all
I’m grateful for each day you gave me
Maybe I don’t know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you
You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me
You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You’ve been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you
You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me
You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me
I’m everything I am
Because you loved me
To Love You More - Celine Dion

Take me back in the arms I love
Need me like you did before
Touch me once again
And remember when
There was no one that you wanted more
Don’t go you know you will break my heart
She won’t love you like I will
I’m the one who’ll stay
When she walks away
And you know I’ll be standing here still
I’ll be waiting for you
Here inside my heart
I’m the one who wants to love you more
You will see I can give you
Everything you need
Let me be the one to love you more
See me as if you never knew
Hold me so you can’t let go
Just believe in me
I will make you see
All the things that your heart needs to know
I’ll be waiting for you
Here inside my heart
I’m the one who wants to love you more
You will see I can give you
Everything you need
Let me be the one to love you more
And some way all the love that we had can be saved
Whatever it takes we’ll find a way
I’ll be waiting for you
Here inside my heart
I’m the one who wants to love you more
You will see I can give you
Everything you need
Let me be the one to love you more
Sabtu, 20 Maret 2010
Sekotak Kado

Ku coba masuki dunianya.
Dalam khayalku, aku adalah dia.
Tiap hari aku disuguhkan sekotak kado.
Di dalamnya berisi penuh misteri, penuh kejutan.
Kado kecil yang memerlukan banyak tanggung jawab.Kado indah yang diperuntukkan bagi orang-orang berhati baja.
Suatu hari, aku mendapat kotak kado berwarna putih.
Dengan senyuman, kuterima.
Kado yang sangat indah.
Begitu jelas, transparan dan jenih.
Kuletakkan kado tersebut dalam peti kaca.
Karna aku ingin mereka dapat melihat kebenaran akan keindahanya.
Di lain hari, aku mendapat kotak kado berwarna hitam.
Sungguh pekat. Gelap.
Sungguh tak pantas.
Kumasukkan kotak ini kedalam peti baja, ku kunci rapat.
Karna aku tak ingin, orang lain mendapatkan kado ini.
Hari ini, aku mendapat kotak kado berwarna abu-abu.
Sungguh samar.
Aku tak sanggup melihat isinya dengan panca inderaku.
Sungguh ku tak sanggup menjangkaunya.
Di mana harus ku letakkan kado ini ???
Hmm, mengapa begitu sulit untuk memutuskan hal ini !!!
Seminggu berlalu....
Kutatap 8 buah kotak kado di hadapanku.
Seandainya ini benar-benar hanya sekotak kado.
Sayangnya ini adalah 8 kasus yang harus aku tangani.
Tetapi.. mengapa semuanya tampak samar.
Bukti yang ku miliki tak cukup kuat.Bukti yang ku inginkan sangat sulit diperoleh.
Bak dipersimpangan jalan, aku merasa sulit memilih jalan yang tepat.
Sangat sulit menemukan titik terangnya.
Ragu menyelimuti diriku... Bagaimana kalau aku salah ?
Ternyata lebih banyak hal yang tak dapat kuputuskan.
"TIDAAAAKKK." Teriak ku.
Ku tersadar.
Seberkas senyum muncul.
Diam-diam aku bersyukur aku bukanlah ia.
Karna ku tak yakin, dapat menahan godaan yang ditimbulkan oleh sekotak kado.
Langganan:
Postingan (Atom)